Tips berkebun jualpohon.com Tips Menanam dan Merawat Tanaman Buah

Cara Menanam dan Merawat Alpukat Mentega Agar Cepat Berbuah

Diperbarui · ms


Syarat Tumbuh

  • Dataran tinggi dengan ketinggian maksimal 1500 mdpl
  • Iklim yang tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin
  • Suhu antara 15 - 30° Celcius
  • Curah hujan 5 - 6 bulan basah
  • Intensitas cahaya matahari sekitar 40 - 80 %
  • Tanah lempung berpasir, tanah lempung liat, dan tanah lempung endapan
  • Keasaman (pH) tanah 5,6 - 6,4


Pemilihan Bibit

Pilih bibit alpukat mentega dari hasil perbanyakan vegetatif, seperti okulasi, cangkok, stek, atau sambung pucuk, karena bibit yang dihasilkan memiliki sifat yang sama dengan induknya, dan lebih cepat berbuah.

Pilih bibit yang sehat dan tumbuh baik, serta tidak terserang hama atau penyakit.

Secara fisik batang lurus, mulus, bebas dari bercak-bercak, tajuk rimbun, subur, dan tampak segar.

Umur bibit minimal 6 bulan dengan tinggi minal 60 - 70 cm, dan dan diameter batang 1 - 1,5 cm


Pengolahan Lahan Tanam

Siapkan lahan yang akan ditanami bibit dengan luas 6 x 6 m agar pohon alpukat dapat tumbuh dengan maksimal karena dapat menyerap zat yang dibutuhkan dengan baik.

Bersihkan lahan tanam dari gulma atau tanaman pengganggu lainnya, pepohonan, dan bebatuan.

Gemburkan dengan cangkul atau bajak, lalu cangkul halus 2 - 3 kali.

Buat bedengan agar tanah di sekitar pohon alpukat mentega lebih tinggi dari lahan di sekitarnya. Tujuannya untuk menghindari genangan air pada musim hujan atau akibat dari penyiraman rutin.

Buat lubang tanam berukuran 60 x 60 cm dengan kedalaman 60 - 80 cm.


Penanaman

Lepas polybag secara perlahan, dan usahakan agar media yang menempel pada bibit tidak hancur, dan perakaran tidak rusak

Masukkan dan tanam bibit beserta medianya pada lubang tanam yang telah dibuat

Padatkan tanah sekitar bibit, daan siram secukupnya



Perawatan Tanaman

Pertumbuhan tanaman yang optimal diperoleh melalui pemeliharaan yang intensif. Beberapa hal yang perlu dilakukan dalam pemeliharaan tanaman buah adalah penyiraman, pemupukan, pemangkasan,dan penyiangan

  • Penyiraman

Lakukan penyiraman secara rutin 2 kali sehari pada bibit yang baru ditanaman karena masih membutuhkan banyak air untuk pertumbuhannya.

  • Pemupukan

Pemupukan dilakukan teratur sebanyak 4 kali dalam setahun agar nutrisi tercukupi. Dosis yang diberikan tergantung umur tanaman. Dapat menggunakan pupuk urea, TCL, atau KCL. Tetapi, sebaiknya gunakan pupuk alami atau organik. Pemupukan awal berguna untuk proses pertumbuhan, kemudian setelah tanaman alpukat mentega sudah cukup dewasa, berikan pupuk organik perangsang buah.

Cara memberikan pupuk adalah dimasukkan ke dalam lubang yang dibuat melingkar di bawah tajuk tanaman dengan kedalaman 30 - 40 cm.

  • Penyiangan

Lakukan penyiangan dengan cara mencabut gulma dan rumput liar yang tumbuh disekitar bibit alpukat aligator dengan menggunakan cangkul atau dengan manual.

  • Pemangkasan

Pemangkasan dilakukan untuk membentuk tajuk tanam agar tajuk tanah tidak Saling beradu dengan tajuk tanaman lain. Hal ini juga mendorong produksi buah dan memudahkan pemaneman dari tanaman yang tidak terlalu tinggi. Ada tiga macam pemangkasan sebagai berikut :

Pemangkasan bentuk yang dilakukan pada tanaman yang belum produktif dengan umur sekitar 2 - 3 tahun. Tujuannya membentuk percabangan secara teratur dan mencegah pohon tumbuh terlalu tinggi sehingga pembungkusan dsan pemetikan buah mudah dilakukan.

Pemangkasan pada ujung batang utama dengan cara dipotong pada ketinggian 1,5 - 2 m dari permukaan tanah. Biarkan 3 - 4 cabang primer yang subur dan kuat untuk tumbuh.

Pemangkasan cabang dan ranting. Pemangkasan tunas yang tumbuh dipangkal dan tengah cabang serta ujung ranting dilkaksanakan setiap 1 - 2 bulan sekali. Tujuannya agar sinar matahari dapat masuk sehingga mengurangi kelembapan.

  • Pengendalian Hama atau Penyakit

Untuk menghilangkan hama dan penyakit tersebut anda bisa menggunakan insektisida, fungisida, atau herbisida. Agar tidak mengganggu hasil buah, anda harus menyesuakan dosis dengan kebutuhan anda. Karena bahan-bahan kimia dapat membuat kualitas buah menurun apabila diberikan terlalu berlebihan. Maka dari itu berikan secukupnya agar dapat berfungsi optimal.


Pemanenan

Pohon alpukat yang ditanam dari bibit hasil perbanyakan vegetatif akan mulai berbuah sekitar 5 - 8 tahun sejak penanaman.

Alpukat mentega dikenal sebagai alpukat yang berbuah di sepanjang tahun tanpa mengenal musim. Bahkan jenis alpukat ini bisa di panen 2 - 3 kali dalam setahun.

Buah alpukat mentega dapat dipanen 6 - 7 bulan setelah berbunga. Potong buah dengan menggunting tangkainya dari cabang. Buah yang matang warna kulitnya hijau kecoklatan dan permukaan mengkilap. Jika diguncang, bagian dalamnya seperti ada ruang di antara biji dengan daging buahnya, karena alpukat mentega yang sudah matang bijinya tidak akan melekat dengan daging buah.


Cara Menanam Buah Pepino

Buah Pepino ini kebanyakan ditanam di dataran tinggi, meskipun juga dapat ditanam didataran rendah. Tanaman pepino tidak tinggi sehingga dapat ditanam di dalam pot, namun tanaman pepino tidak berumur panjang yaitu hanya sekitar 1 (satu) tahun. Pembibitan Buah Pepino Pembibitan tanaman buah pepino dilaksanakan dengan metode vegetatif. metode vegetatif dilaksanakan pasal kemampuan germinasi biji buah pepino amat buruk, sehingga seringkali tak dapat tumbuh dengan baik atau bahkan gagal tumbuh setara sekali. Dengan metode vegetative tunas-tunas yang sudah adanya calon akarnya dipisah didalam polybag serta diperlakukan secara khusus. Setelah disemai, tunas tersebut akan tumbuh dalam waktu 2 hingga 3 minggu. Perawatan Perawatan tanaman buah pepino cenderung mudah karena tidak terlalu banyak memerlukan air. Setelah tanaman berumur 1 bulan, tanaman akan mulai berbunga. Pengendalian Hama serta Penyakit Musuh utama tanaman buah pepino adalah belalang pemakan daun serta ulat. metode pengendaliann...

Cara Merawat Tabulampot Jeruk Santang Madu Agar Cepat Berbuah

Jeruk Santang Madu merupakan varietas jeruk unggulan yang terkenal karena kelezatan buahnya. Sesuai dengan namannya, jeruk santang madu memiliki citarasa semanis madu. Buah Jeruk santang madu bulat sedikit gepeng, daging buahnya juicy dengan kandungan air yang melimpah, rasanya manis dan beraroma harum, serta memiliki biji yang sedikit bahkan terkadang hampir tidak ada. Selain itu, pohon jeruk santang madu memiliki  tampilan yang eksotis dan  ukuran yang tidak terlalu besar . Sehingga mudah ditanam dimana saja bahkan ditempat terbatas seperti dalam pot sekalipun. Agar pertumbuhan tanaman jeruk santang dapat optimal, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah Cara Menanam Bibit Tanaman Jeruk Santang Madu , setelah itu tentu perlu adanya perawatan yang baik dan benar. Cara merawat tanaman jeruk santang madu juga tergolong cukup mudah, dan tentunya akan menjadi hal yang menyenangkan untuk mengisi waktu luang anda. Untuk mempelajari hal tersebut, yuk langsung ikuti langkah - langk...

Cara Menanam Buah Duku Agar Lebih Cepat Berbuah

Duku merupakan tanaman yang tergolong lama berbuah. Tanaman yang dikembangkan dari biji biasanya baru berbuah saat usia 8 hingga 10 tahun. Supaya cepat berbuah, belakangan banyak petani melakukan perbanyakan bibit secara vegetatif dengan teknik okulasi, cangkok, dan sambung pucuk. Syarat Tumbuh Tanaman Duku Dapat tumbuh di daerah dengan kecepatan angin yang rendah. Curah hujan yang tinggi antara 1500 – 2500 mm/tahun. Suhu udara yang baik untuk tanaman duku adalah 19 ° – 24 °  Celcius. Tanaman Duku cocok ditanam pada ketinggian tempat tidak kurang dari 650 mdpl. Tanaman duku lebih senang tumbuh terlindungi, jadi jangan heran jika melihat beberapa tanaman duku yang ditanam di pekarangan rumah tumbuh bersama tanaman lainnya. Duku sangat toleran sekali terhadap kadar garam tinggi, asalkan kandungan pada tanah mengandung banyak bahan organik, dan sangat toleran terhadap kondisi kering. Pemilihan Bibit Memiliih Bibit unggul sebaiknya pilih bibit dari  perbanyakan secara vegetatif de...

Cara Menanam dan Merawat Alpukat Mentega Agar Cepat Berbuah

· Alpukat Mentega


Syarat Tumbuh

  • Dataran tinggi dengan ketinggian maksimal 1500 mdpl
  • Iklim yang tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin
  • Suhu antara 15 - 30° Celcius
  • Curah hujan 5 - 6 bulan basah
  • Intensitas cahaya matahari sekitar 40 - 80 %
  • Tanah lempung berpasir, tanah lempung liat, dan tanah lempung endapan
  • Keasaman (pH) tanah 5,6 - 6,4


Pemilihan Bibit

Pilih bibit alpukat mentega dari hasil perbanyakan vegetatif, seperti okulasi, cangkok, stek, atau sambung pucuk, karena bibit yang dihasilkan memiliki sifat yang sama dengan induknya, dan lebih cepat berbuah.

Pilih bibit yang sehat dan tumbuh baik, serta tidak terserang hama atau penyakit.

Secara fisik batang lurus, mulus, bebas dari bercak-bercak, tajuk rimbun, subur, dan tampak segar.

Umur bibit minimal 6 bulan dengan tinggi minal 60 - 70 cm, dan dan diameter batang 1 - 1,5 cm


Pengolahan Lahan Tanam

Siapkan lahan yang akan ditanami bibit dengan luas 6 x 6 m agar pohon alpukat dapat tumbuh dengan maksimal karena dapat menyerap zat yang dibutuhkan dengan baik.

Bersihkan lahan tanam dari gulma atau tanaman pengganggu lainnya, pepohonan, dan bebatuan.

Gemburkan dengan cangkul atau bajak, lalu cangkul halus 2 - 3 kali.

Buat bedengan agar tanah di sekitar pohon alpukat mentega lebih tinggi dari lahan di sekitarnya. Tujuannya untuk menghindari genangan air pada musim hujan atau akibat dari penyiraman rutin.

Buat lubang tanam berukuran 60 x 60 cm dengan kedalaman 60 - 80 cm.


Penanaman

Lepas polybag secara perlahan, dan usahakan agar media yang menempel pada bibit tidak hancur, dan perakaran tidak rusak

Masukkan dan tanam bibit beserta medianya pada lubang tanam yang telah dibuat

Padatkan tanah sekitar bibit, daan siram secukupnya



Perawatan Tanaman

Pertumbuhan tanaman yang optimal diperoleh melalui pemeliharaan yang intensif. Beberapa hal yang perlu dilakukan dalam pemeliharaan tanaman buah adalah penyiraman, pemupukan, pemangkasan,dan penyiangan

  • Penyiraman

Lakukan penyiraman secara rutin 2 kali sehari pada bibit yang baru ditanaman karena masih membutuhkan banyak air untuk pertumbuhannya.

  • Pemupukan

Pemupukan dilakukan teratur sebanyak 4 kali dalam setahun agar nutrisi tercukupi. Dosis yang diberikan tergantung umur tanaman. Dapat menggunakan pupuk urea, TCL, atau KCL. Tetapi, sebaiknya gunakan pupuk alami atau organik. Pemupukan awal berguna untuk proses pertumbuhan, kemudian setelah tanaman alpukat mentega sudah cukup dewasa, berikan pupuk organik perangsang buah.

Cara memberikan pupuk adalah dimasukkan ke dalam lubang yang dibuat melingkar di bawah tajuk tanaman dengan kedalaman 30 - 40 cm.

  • Penyiangan

Lakukan penyiangan dengan cara mencabut gulma dan rumput liar yang tumbuh disekitar bibit alpukat aligator dengan menggunakan cangkul atau dengan manual.

  • Pemangkasan

Pemangkasan dilakukan untuk membentuk tajuk tanam agar tajuk tanah tidak Saling beradu dengan tajuk tanaman lain. Hal ini juga mendorong produksi buah dan memudahkan pemaneman dari tanaman yang tidak terlalu tinggi. Ada tiga macam pemangkasan sebagai berikut :

Pemangkasan bentuk yang dilakukan pada tanaman yang belum produktif dengan umur sekitar 2 - 3 tahun. Tujuannya membentuk percabangan secara teratur dan mencegah pohon tumbuh terlalu tinggi sehingga pembungkusan dsan pemetikan buah mudah dilakukan.

Pemangkasan pada ujung batang utama dengan cara dipotong pada ketinggian 1,5 - 2 m dari permukaan tanah. Biarkan 3 - 4 cabang primer yang subur dan kuat untuk tumbuh.

Pemangkasan cabang dan ranting. Pemangkasan tunas yang tumbuh dipangkal dan tengah cabang serta ujung ranting dilkaksanakan setiap 1 - 2 bulan sekali. Tujuannya agar sinar matahari dapat masuk sehingga mengurangi kelembapan.

  • Pengendalian Hama atau Penyakit

Untuk menghilangkan hama dan penyakit tersebut anda bisa menggunakan insektisida, fungisida, atau herbisida. Agar tidak mengganggu hasil buah, anda harus menyesuakan dosis dengan kebutuhan anda. Karena bahan-bahan kimia dapat membuat kualitas buah menurun apabila diberikan terlalu berlebihan. Maka dari itu berikan secukupnya agar dapat berfungsi optimal.


Pemanenan

Pohon alpukat yang ditanam dari bibit hasil perbanyakan vegetatif akan mulai berbuah sekitar 5 - 8 tahun sejak penanaman.

Alpukat mentega dikenal sebagai alpukat yang berbuah di sepanjang tahun tanpa mengenal musim. Bahkan jenis alpukat ini bisa di panen 2 - 3 kali dalam setahun.

Buah alpukat mentega dapat dipanen 6 - 7 bulan setelah berbunga. Potong buah dengan menggunting tangkainya dari cabang. Buah yang matang warna kulitnya hijau kecoklatan dan permukaan mengkilap. Jika diguncang, bagian dalamnya seperti ada ruang di antara biji dengan daging buahnya, karena alpukat mentega yang sudah matang bijinya tidak akan melekat dengan daging buah.


Butuh bibit atau pohon besarnya?

CV. Agro Joglo Bersama (Kediri) menyediakan bibit unggul dan pohon siap tanam, kirim ke seluruh Indonesia. Tanya stok, ukuran, dan ongkos kirim langsung lewat WhatsApp.

Cari Blog Ini

Cara Menanam dan Merawat Alpukat Mentega Agar Cepat Berbuah

Oleh ms · · Alpukat Mentega


Syarat Tumbuh

  • Dataran tinggi dengan ketinggian maksimal 1500 mdpl
  • Iklim yang tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin
  • Suhu antara 15 - 30° Celcius
  • Curah hujan 5 - 6 bulan basah
  • Intensitas cahaya matahari sekitar 40 - 80 %
  • Tanah lempung berpasir, tanah lempung liat, dan tanah lempung endapan
  • Keasaman (pH) tanah 5,6 - 6,4


Pemilihan Bibit

Pilih bibit alpukat mentega dari hasil perbanyakan vegetatif, seperti okulasi, cangkok, stek, atau sambung pucuk, karena bibit yang dihasilkan memiliki sifat yang sama dengan induknya, dan lebih cepat berbuah.

Pilih bibit yang sehat dan tumbuh baik, serta tidak terserang hama atau penyakit.

Secara fisik batang lurus, mulus, bebas dari bercak-bercak, tajuk rimbun, subur, dan tampak segar.

Umur bibit minimal 6 bulan dengan tinggi minal 60 - 70 cm, dan dan diameter batang 1 - 1,5 cm


Pengolahan Lahan Tanam

Siapkan lahan yang akan ditanami bibit dengan luas 6 x 6 m agar pohon alpukat dapat tumbuh dengan maksimal karena dapat menyerap zat yang dibutuhkan dengan baik.

Bersihkan lahan tanam dari gulma atau tanaman pengganggu lainnya, pepohonan, dan bebatuan.

Gemburkan dengan cangkul atau bajak, lalu cangkul halus 2 - 3 kali.

Buat bedengan agar tanah di sekitar pohon alpukat mentega lebih tinggi dari lahan di sekitarnya. Tujuannya untuk menghindari genangan air pada musim hujan atau akibat dari penyiraman rutin.

Buat lubang tanam berukuran 60 x 60 cm dengan kedalaman 60 - 80 cm.


Penanaman

Lepas polybag secara perlahan, dan usahakan agar media yang menempel pada bibit tidak hancur, dan perakaran tidak rusak

Masukkan dan tanam bibit beserta medianya pada lubang tanam yang telah dibuat

Padatkan tanah sekitar bibit, daan siram secukupnya



Perawatan Tanaman

Pertumbuhan tanaman yang optimal diperoleh melalui pemeliharaan yang intensif. Beberapa hal yang perlu dilakukan dalam pemeliharaan tanaman buah adalah penyiraman, pemupukan, pemangkasan,dan penyiangan

  • Penyiraman

Lakukan penyiraman secara rutin 2 kali sehari pada bibit yang baru ditanaman karena masih membutuhkan banyak air untuk pertumbuhannya.

  • Pemupukan

Pemupukan dilakukan teratur sebanyak 4 kali dalam setahun agar nutrisi tercukupi. Dosis yang diberikan tergantung umur tanaman. Dapat menggunakan pupuk urea, TCL, atau KCL. Tetapi, sebaiknya gunakan pupuk alami atau organik. Pemupukan awal berguna untuk proses pertumbuhan, kemudian setelah tanaman alpukat mentega sudah cukup dewasa, berikan pupuk organik perangsang buah.

Cara memberikan pupuk adalah dimasukkan ke dalam lubang yang dibuat melingkar di bawah tajuk tanaman dengan kedalaman 30 - 40 cm.

  • Penyiangan

Lakukan penyiangan dengan cara mencabut gulma dan rumput liar yang tumbuh disekitar bibit alpukat aligator dengan menggunakan cangkul atau dengan manual.

  • Pemangkasan

Pemangkasan dilakukan untuk membentuk tajuk tanam agar tajuk tanah tidak Saling beradu dengan tajuk tanaman lain. Hal ini juga mendorong produksi buah dan memudahkan pemaneman dari tanaman yang tidak terlalu tinggi. Ada tiga macam pemangkasan sebagai berikut :

Pemangkasan bentuk yang dilakukan pada tanaman yang belum produktif dengan umur sekitar 2 - 3 tahun. Tujuannya membentuk percabangan secara teratur dan mencegah pohon tumbuh terlalu tinggi sehingga pembungkusan dsan pemetikan buah mudah dilakukan.

Pemangkasan pada ujung batang utama dengan cara dipotong pada ketinggian 1,5 - 2 m dari permukaan tanah. Biarkan 3 - 4 cabang primer yang subur dan kuat untuk tumbuh.

Pemangkasan cabang dan ranting. Pemangkasan tunas yang tumbuh dipangkal dan tengah cabang serta ujung ranting dilkaksanakan setiap 1 - 2 bulan sekali. Tujuannya agar sinar matahari dapat masuk sehingga mengurangi kelembapan.

  • Pengendalian Hama atau Penyakit

Untuk menghilangkan hama dan penyakit tersebut anda bisa menggunakan insektisida, fungisida, atau herbisida. Agar tidak mengganggu hasil buah, anda harus menyesuakan dosis dengan kebutuhan anda. Karena bahan-bahan kimia dapat membuat kualitas buah menurun apabila diberikan terlalu berlebihan. Maka dari itu berikan secukupnya agar dapat berfungsi optimal.


Pemanenan

Pohon alpukat yang ditanam dari bibit hasil perbanyakan vegetatif akan mulai berbuah sekitar 5 - 8 tahun sejak penanaman.

Alpukat mentega dikenal sebagai alpukat yang berbuah di sepanjang tahun tanpa mengenal musim. Bahkan jenis alpukat ini bisa di panen 2 - 3 kali dalam setahun.

Buah alpukat mentega dapat dipanen 6 - 7 bulan setelah berbunga. Potong buah dengan menggunting tangkainya dari cabang. Buah yang matang warna kulitnya hijau kecoklatan dan permukaan mengkilap. Jika diguncang, bagian dalamnya seperti ada ruang di antara biji dengan daging buahnya, karena alpukat mentega yang sudah matang bijinya tidak akan melekat dengan daging buah.


Butuh bibit atau pohon besarnya?

CV. Agro Joglo Bersama (Kediri) menyediakan bibit unggul dan pohon siap tanam, kirim ke seluruh Indonesia. Tanya stok, ukuran, dan ongkos kirim langsung lewat WhatsApp.

Cara Menanam dan Merawat Alpukat Mentega Agar Cepat Berbuah

Oleh ms · · Alpukat Mentega


Syarat Tumbuh

  • Dataran tinggi dengan ketinggian maksimal 1500 mdpl
  • Iklim yang tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin
  • Suhu antara 15 - 30° Celcius
  • Curah hujan 5 - 6 bulan basah
  • Intensitas cahaya matahari sekitar 40 - 80 %
  • Tanah lempung berpasir, tanah lempung liat, dan tanah lempung endapan
  • Keasaman (pH) tanah 5,6 - 6,4


Pemilihan Bibit

Pilih bibit alpukat mentega dari hasil perbanyakan vegetatif, seperti okulasi, cangkok, stek, atau sambung pucuk, karena bibit yang dihasilkan memiliki sifat yang sama dengan induknya, dan lebih cepat berbuah.

Pilih bibit yang sehat dan tumbuh baik, serta tidak terserang hama atau penyakit.

Secara fisik batang lurus, mulus, bebas dari bercak-bercak, tajuk rimbun, subur, dan tampak segar.

Umur bibit minimal 6 bulan dengan tinggi minal 60 - 70 cm, dan dan diameter batang 1 - 1,5 cm


Pengolahan Lahan Tanam

Siapkan lahan yang akan ditanami bibit dengan luas 6 x 6 m agar pohon alpukat dapat tumbuh dengan maksimal karena dapat menyerap zat yang dibutuhkan dengan baik.

Bersihkan lahan tanam dari gulma atau tanaman pengganggu lainnya, pepohonan, dan bebatuan.

Gemburkan dengan cangkul atau bajak, lalu cangkul halus 2 - 3 kali.

Buat bedengan agar tanah di sekitar pohon alpukat mentega lebih tinggi dari lahan di sekitarnya. Tujuannya untuk menghindari genangan air pada musim hujan atau akibat dari penyiraman rutin.

Buat lubang tanam berukuran 60 x 60 cm dengan kedalaman 60 - 80 cm.


Penanaman

Lepas polybag secara perlahan, dan usahakan agar media yang menempel pada bibit tidak hancur, dan perakaran tidak rusak

Masukkan dan tanam bibit beserta medianya pada lubang tanam yang telah dibuat

Padatkan tanah sekitar bibit, daan siram secukupnya



Perawatan Tanaman

Pertumbuhan tanaman yang optimal diperoleh melalui pemeliharaan yang intensif. Beberapa hal yang perlu dilakukan dalam pemeliharaan tanaman buah adalah penyiraman, pemupukan, pemangkasan,dan penyiangan

  • Penyiraman

Lakukan penyiraman secara rutin 2 kali sehari pada bibit yang baru ditanaman karena masih membutuhkan banyak air untuk pertumbuhannya.

  • Pemupukan

Pemupukan dilakukan teratur sebanyak 4 kali dalam setahun agar nutrisi tercukupi. Dosis yang diberikan tergantung umur tanaman. Dapat menggunakan pupuk urea, TCL, atau KCL. Tetapi, sebaiknya gunakan pupuk alami atau organik. Pemupukan awal berguna untuk proses pertumbuhan, kemudian setelah tanaman alpukat mentega sudah cukup dewasa, berikan pupuk organik perangsang buah.

Cara memberikan pupuk adalah dimasukkan ke dalam lubang yang dibuat melingkar di bawah tajuk tanaman dengan kedalaman 30 - 40 cm.

  • Penyiangan

Lakukan penyiangan dengan cara mencabut gulma dan rumput liar yang tumbuh disekitar bibit alpukat aligator dengan menggunakan cangkul atau dengan manual.

  • Pemangkasan

Pemangkasan dilakukan untuk membentuk tajuk tanam agar tajuk tanah tidak Saling beradu dengan tajuk tanaman lain. Hal ini juga mendorong produksi buah dan memudahkan pemaneman dari tanaman yang tidak terlalu tinggi. Ada tiga macam pemangkasan sebagai berikut :

Pemangkasan bentuk yang dilakukan pada tanaman yang belum produktif dengan umur sekitar 2 - 3 tahun. Tujuannya membentuk percabangan secara teratur dan mencegah pohon tumbuh terlalu tinggi sehingga pembungkusan dsan pemetikan buah mudah dilakukan.

Pemangkasan pada ujung batang utama dengan cara dipotong pada ketinggian 1,5 - 2 m dari permukaan tanah. Biarkan 3 - 4 cabang primer yang subur dan kuat untuk tumbuh.

Pemangkasan cabang dan ranting. Pemangkasan tunas yang tumbuh dipangkal dan tengah cabang serta ujung ranting dilkaksanakan setiap 1 - 2 bulan sekali. Tujuannya agar sinar matahari dapat masuk sehingga mengurangi kelembapan.

  • Pengendalian Hama atau Penyakit

Untuk menghilangkan hama dan penyakit tersebut anda bisa menggunakan insektisida, fungisida, atau herbisida. Agar tidak mengganggu hasil buah, anda harus menyesuakan dosis dengan kebutuhan anda. Karena bahan-bahan kimia dapat membuat kualitas buah menurun apabila diberikan terlalu berlebihan. Maka dari itu berikan secukupnya agar dapat berfungsi optimal.


Pemanenan

Pohon alpukat yang ditanam dari bibit hasil perbanyakan vegetatif akan mulai berbuah sekitar 5 - 8 tahun sejak penanaman.

Alpukat mentega dikenal sebagai alpukat yang berbuah di sepanjang tahun tanpa mengenal musim. Bahkan jenis alpukat ini bisa di panen 2 - 3 kali dalam setahun.

Buah alpukat mentega dapat dipanen 6 - 7 bulan setelah berbunga. Potong buah dengan menggunting tangkainya dari cabang. Buah yang matang warna kulitnya hijau kecoklatan dan permukaan mengkilap. Jika diguncang, bagian dalamnya seperti ada ruang di antara biji dengan daging buahnya, karena alpukat mentega yang sudah matang bijinya tidak akan melekat dengan daging buah.


Butuh bibit atau pohon besarnya?

CV. Agro Joglo Bersama (Kediri) menyediakan bibit unggul dan pohon siap tanam, kirim ke seluruh Indonesia. Tanya stok, ukuran, dan ongkos kirim langsung lewat WhatsApp.

Tanya stok bibit