Buah stroberi, rasanya tidak mungkin jika masih ada orang yang belum mengenal buah satu ini. Selain bisa dikonsumsi langsung sebagai buah-buahan, stroberi juga digunakan sebagai bahan olahan membuat makanan juga minuman.
Bisa dikatakan prospek budidaya stroberi ini terbilang cukup menjanjikan, karena jenis tanaman ini bernilai ekonomis tinggi dan sangat komersial.
Lalu kenapa kita tidak coba budidaya kecil-kecilan dulu di rumah? Kelebihan buah stroberi ini, bisa ditanam di dalam pot atau biasa disebut tabulampot. Jadi tidak perlu modal yang banyak atau tempat yang luas. Cukup didalam pot dan diletakan di pekarangan rumah.
Pada artikel kali ini, akan dibahas bagaimana Cara Tabulampot Stroberi dengan Mudah di Rumah. Kita simak cara-caranya dibawah yuk!
Cara Tabulampot Stroberi dengan Mudah di Rumah :
- Bibit stroberi dapat diperbanyak dengan cara generatif (biji) dan dengan cara vegetatif (bibit anakan dan stolon). Umumnya petani mengunakan cara berbanyakan vegetatif yang terbilang sederhana,tidak ribet,lebih cepat tumbuh dibandingkan melalui biji dan memiliki sifat unggul persis sama dengan indukannya. Syarat tanaman induk dapat dijadikan bibit adalah indukan sudah berumur 1-2 tahun, sehat dan banyak produksi.
- Media tanam di pot dibuat 1-2 minggu sebelum bibit stroberi siap untuk ditanam. Media berkomposisikan sejumlah bahan organik, berupa tanah top soil (tanah lapisan atas) dan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 2:1 yang dicampur secara merata.
- Masukan media campuran tersebut ke dalam pot yang kemudian dipadatkan dan disusun rapi di sebuah pelataran atau ruang terbuka.
- Penanaman sangat dianjurkan dilakukan pada pagi atau sore hari, untuk menghindari sinar matahari berlebih yang akan mengakibatkan bibit stroberi menjadi layu dan mati. Penanaman dapat dimulai dengan memasukan bibit stroberi yang telah memiliki panjang 10-15 cm.
- Langkah berikutnya untuk lebih mengoptimalkan pertumbuhan stroberi adalah dengan kegiatan perawatan.
- Dimulai dengan kegiatan Penyulaman yaitu menganti tanaman mati atau tumbuh abnormal, saat memasuki umur 15 hari setelah tanam pot.
- Dilanjutkan kegiatan Penyiraman bibit selama 2 minggu dengan intensitas 2 kali sehari mengunakan gembor atau alat penyiraman lainnya.
- Jangan lupa lakukan penyiangan yang fleksibel dari pertumbuhan gulma yang tumbuh di sekeliling pot dengan cara dicabut.
- Pemangkasan juga dilakukan bertujuan untuk mengoptimalkan pertumbuhan, caranya dengan memangkas atau membuang dengan mengunakan gunting untuk daun-daun tua atau rusak dan tanaman yang terlalu rimbun.
- Pemberian pupuk bisa dilakukan, tujuannya memberikan unsur hara tambahan ke dalam tanah agar pertumbuhan stroberi lebih optimal, tumbuh subur dan cepat berbuah. Jenis pupuk yang digunakan adalah jenis pupuk NPK.
- Pemberian pupuk di media pot dilakukan dengan cara di sebar saja,karena karena kalau dilakukan cara kocor pupuk NPK tersebut akan terbuang sia-sia melalui lubang air dibawah permukaan pot tanaman. Pupuk diberikan dengan dosis 5-10 gram/tanaman/pot, saat tanaman stroberi memasuki umur tanam 1 bulan, selanjutnya pemberian pupuk diberikan bertambah 5-10 gram setiap pertambahan umur.
- Pengendalian hama pada tanaman ini bisa menggunakan penyemprotan insektisida.
- Selesai
Bibit yang berasal dari perbanyakan vegetatif memiliki masa panen relatif singkat yaitu sekitar 4-6 bulan dibandingkan dengan bibit generatif. Bunga pertama tanaman stroberi sebaiknya dibuang dan apabila tanaman telah berumur 4 bulan dibiarkan bunga tumbuh menjadi buah.
Ciri dan umur panen stroberi antara lain, buah sedikit kenyal dan empuk. Kulit buah stroberi didominasi oleh warna merah. Buah berumur 2 minggu sejak pembungaan atau 10 hari setelah awal pembentukan buah.
Cara Panen dilakukan dengan menggunting bagian tangkai bunga berikut kelopaknya,panen dilakukan setiap dua kali dalam seminggu.
Semoga dengan adanya tulisan ini bisa berguna dan bermanfaat bagi kalian yang akan menanam stroberi dalam pot ya.
Terima kasih banyak atas kunjungannya, sampai jumpa dipostingan berikutnya dan selamat menanam!

