Mendengar Buah semangka pasti langsung terbayang buah merah nan segar dengan biji hitam yang menyebar pada daging buah. Namun, apakah sudah pernah dengar tentang semangka tanpa biji?
Semangka tanpa biji, sebenarnya tidak benar - benar tanpa biji, tetapi semangka ini memiliki biji yang dengan kulit berwarna putih, teksturnya lembut seperti biji yang tidak matang sepenuhnya. Jadi biji ini cukup aman untuk ditelan saat makan.
Varietas semangka non biji merupakan hasil dari persilangan antara semangka diploid jantan dan semangka tetraploid betina.
Untuk membedakan antara semangka tanpa biji dan semangka berbiji sangat mudah, biasanya semangka tanpa biji memiliki kulit dan corak yang lebih gelap dibandingkan dengan semangka berbiji.
Karena keunggulannya buah nya yang tidak memiliki biji, dan rasa buahnya yang manis dan menyegarkan, banyak orang yang tertarik untuk menanam jenis semangka ini.
Kami akan memberikan penjealasan mengenai tahapan cara menanam semangka tanpa biji. Yuk, simak tips dan trik nya dibawah ini.
Syarat Tumbuh Semangka Tanpa Biji
- Dataran dengan ketinggian antara 5 - 200 mdpl
- Iklim hangat
- Suhu antara 20 - 30° Celcius
- Curah hujan 40 - 50 mm/bulan
- Intensitas cahaya matahari sepanjang hari (7jam/hari)
- Tanah gembur berpasir
- Keasaman (pH) tanah antara 6 - 7
Persiapan dan Pengolahan Lahan
Gemburkan tanah dengan cara membajak atau mencangkul
Buat bedengan dengan lebar 70 - 80 cm, tinggi menyesuaikan kondisi lahan.
Jarak antar bedengan 3 - 4 meter, agar lahan tidak tergenang air.
Pupuk Dasar dan Pemasangan Mulsa
Jika pH tanah kurang dari 6, taburkan pupuk dolomit kemudian biarkan tanah hingga 7 - 10 hari.
Beri pupuk kandang sebayak 1 - 1,5 kg untuk 1 tanaman dengan cara di tabur
Pupuk kimia cukup menyediakan TSP/SP-36 100 g/tanaman, KCl 200 g/tanaman dan ZA 100 g/tanaman.
Langkah selanjutnya adalah aduk, lalu campurkan pupuk dan tanah sampai merata dan diamkan agar terlarut oleh air hujan.
Setelah tanah dan pupuk larut, diamkan tanah selama 10 - 15 hari sebelum penanaman. Begitu juga untuk lahan bedengan lakukan penyiraman jika tidak ada air hujan.
Pemilihan Benih
Setelah biji lunak, tiriskan dan lakukan penjepitan ujung benih untuk membuka sedikit kulit agar air mudah terserap, dan benih menjadi lebih mudah berkecambah.
Setelah itu, lakukan proses pemeraman dengan kertas merang dan handuk basah agar benih seragam.
Setelah benih berkecambah, lakukan penyemaian pada polybag.
Semai dengan media tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 5 : 1.
Proses penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari.
Pindahkan bibit semangka ke lahan saat sudah berumur 7 - 10 hari setelah penyemaian.
Pastikan bedengan dalam kondisi basah
Ambil bibit dengan cara menyobek polybag, kemudian tanam bibit dan usahakan tanah tetap basah.
Perawatan Bibit Semangka
Lakukan penyiraman secara rutin, sebanyak 2 kali sehari atau menyesuaikan dengan kondisi lahan.
Beri pupuk susulan 10 HST menggunakan pupuk NPK, dengan dosis sekitar 5 g/300 ml air untuk satu tanaman.
Buang tunas dan ranting selain tunas dan ranting yang tumbuh pada daun pertama dan kedua.
Penyerbukan
Langkah ini dilakukan secara manual pada saat tanaman berumur 25 hst.
Sebaiknya proses penyerbukan dilakukan pada pagi hari maksimal jam 9 pagi.
Cara penyerbukan semangka tanpa biji ini cukup mudah, yakni dengan mengambil serbuk sari dari tanaman semangka berbiji, kemudian oleskan merata pada bakal buah atau putik.
Panen
Panen semangka tanpa biji dilakukan pada umur 65 - 70 hst. Bisa juga kita kenali dengan warna buahnya yang memudar, dan sulur yang pada pangkal tangkai buah.
Nah, itulah penjelasan mengenai tahapan menanam semangka tanpa biji dari benih. Dengan memahami betul syarat tumbuh tanaman dan mengikuti tahapannya dengan benar akan sangat mungkin jika penanaman yang dilakukan akan berjalan dengan baik.
Semoga informasi diatas dapat membantu kalian yang akan menanam varietas semangka tanpa biji ini. Terimkasih sudah berkunjung dan Selamat menanam!

