Tanam Jeruk Mandarin Agar Panen Melimpah
Jeruk dari varietas mandarin masih dianggap sebagai jeruk keprok. Jeruk ini rasanya juicy, manis, dan segar. Jeruk mandarin terkenal dengan buahnya yang besar dan berkulit tebal dengan bentuk seperti bola penyok. Mereka biasanya menimbang antara dua dan tiga ons per buah. Saat ditanam di tanah, pohon jeruk mandarin bisa mencapai ketinggian 3 hingga 5 meter, dan 2 meter saat ditanam dalam wadah.
Cara Terbaik Menanam Jeruk Mandarin
Mempersiapkan Bibit Jeruk Mandarin
Anda bisa menanam jeruk mandarin dari biji atau cangkokan. Jika melalui benih, mereka direndam pada hari berikutnya. Jangan langsung menyemai benih yang sudah dibasahi; sebagai gantinya, kupas atau kikis lapisan luarnya. Kemudian tanam bibit jeruk mandarin di polibag tanam bersama media semai yang meliputi tanah dan pupuk. Atau, Anda bisa menggunakan media tisu basah untuk menanamnya.
Persiapan Lahan Penanaman Jeruk Mandarin
Pengolahan properti dapat dilakukan pada awalnya di lahan yang akan digunakan untuk penanaman jeruk mandarin. Singkirkan gulma atau tanaman pengganggu dari area penanaman. Selanjutnya buat lubang tanam yang menampung lingkaran akar jeruk mandarin. Misalnya, jika bibit jeruk mandarin memiliki diameter sekitar 30 cm2, lubang tanam dengan diameter 35 cm2 harus disekrup. Saat lubang tanam disiapkan, pupuk kandang atau pupuk organik lainnya harus ditambahkan sesuai kebutuhan. Misalnya, 0,5 liter pupuk akan digunakan jika tinggi benih 50 cm. Jika pupuk sudah dimasukkan ke dalam lubang tanam, siram dan buang kotorannya agar pupuk lebih mudah diserap.
Menumbuhkan Jeruk Mandarin
Jika lubang tanam sudah siap, mulailah menanam segera. Setelah polibag dikeluarkan dari bibit jeruk mandarin, masukkan ke dalam lubang tanam yang telah dibuat. Diatur tegak, lalu ditimbun kembali dengan tanah galian yang telah dipupuk dengan pupuk organik. Terakhir, padatkan isi ulang. Setelah itu, sirami tanaman.
Petunjuk Perawatan Jeruk Mandarin
Jika tidak hujan, sirami tanaman Anda hanya cukup seminggu sekali. Gunakan pupuk organik atau anorganik saat pemupukan. Selain itu, pangkas pohon untuk menghilangkan cabang atau dahan pohon yang patah atau mati dan untuk memberikan bentuk batang yang Anda inginkan. Tiga hingga empat kali setahun dapat dihabiskan untuk pemangkasan.


