Tabulampot Jeruk Siam Yang Genjah Dan Mudah Berbuah
Seiring dengan semakin terbatasnya lahan yang dapat digunakan untuk menanam pohon buah-buahan, budidaya tanaman dengan cara tabulampot menjadi semakin populer akhir-akhir ini. Meskipun tanaman buah dapat tumbuh, berkembang, dan berbuah jika ditanam di dalam pot atau dengan teknik budidaya tabulampot, namun tidak membutuhkan lahan yang luas. Tentunya dengan menggunakan cara budidaya tabulampot yang benar diperlukan agar pohon jeruk dapat tumbuh, berkembang, dan menghasilkan buah dalam pot dengan sebaik-baiknya. Jeruk siam ini berasal dari kota Siam di Thailand, sesuai dengan namanya. Mungkin sekilas jeruk ini terlihat mirip dengan jeruk keprok, namun jeruk siam memiliki kulit yang jauh lebih tipis daripada jeruk keprok. Banyak orang akan menyukai daging buah karena memiliki aroma yang menyenangkan dan rasa yang manis. Budidaya jeruk siam memiliki manfaat tambahan berupa berbuah lebih cepat dibandingkan budidaya jeruk keprok; Jeruk siam biasanya berbuah 2,5 tahun setelah tanam pertama.
Tabulampot Jeruk Siam
Pemilihan Bibit
Ada dua cara pemilihan benih jeruk yaitu secara generatif dan vegetatif. Biji dapat digunakan untuk memperbanyak bibit secara generatif, sedangkan okulasi atau teknik okulasi lainnya dapat digunakan untuk memperbanyak bibit vegetatif. Berbeda dengan menggunakan biji, pemilihan bibit jeruk untuk pembuatan tabulampot akan lebih baik jika diperoleh melalui okulasi. Hal ini dimaksudkan agar tanaman jeruk dapat lebih cepat berbuah dengan cara mencangkok atau memanfaatkan proses okulasi.
pemilihan media tanam
Jeruk merupakan tanaman yang lebih menyukai tanah yang subur dan kaya nutrisi, sama seperti tanaman buah pada umumnya. Sehingga disarankan untuk memanfaatkan tanah kebun dan menambahkan pupuk kandang atau pupuk NPK yaitu pupuk sintetis yang terbuat dari nitrogen, fosfor, dan kalium. Selain pupuk, arang sekam atau sekam padi juga bermanfaat untuk ditambahkan ke media tanam karena akan membantu pertumbuhan tanaman seperti halnya pupuk kandang biasa. Dengan perbandingan 1:1:1, gabungkan sekam, pupuk kandang, dan tanah subur sekaligus.
memilih pot
Tentu saja, Anda harus mempertimbangkan ketinggian tanaman jeruk yang ingin Anda tanam saat memilih pot. Biasanya, pot semen dengan diameter 40 cm atau pot plastik dengan diameter 50 cm dan tinggi sekitar 60 cm diperlukan untuk menanam bibit jeruk antara umur satu dan dua tahun. Jadi, jika Anda memilih wadah plastik, pilih wadah yang kokoh dan memiliki lubang di bagian bawah agar air dapat mengalir dan mencegah akar jeruk membusuk.
Cara Menanam Jeruk Dalam Pot
- Mulailah dengan menempatkan lapisan batu atau pecahan genteng hingga ketinggian sekitar 5 cm di dasar pot. Ini akan memungkinkan sistem pembuangan udara dan air di dalam pot berfungsi dengan baik nantinya.
- Sepertiga wadah kemudian dapat diisi dengan media tanam yang terdiri dari tanah gembur, pupuk kandang atau pupuk NPK, dan sekam dengan perbandingan 1:1:1.
- Jika seluruh pot sudah terisi media tanam yang terdiri dari tanah, pupuk, dan sekam dengan perbandingan 1:1:1, Anda bisa berhenti menambahkannya.
- Setelah itu, Anda bisa memulai prosedur perawatan jeruk.
Pemeliharaan tanaman jeruk
Pemupukan
Salah satu hal yang harus Anda lakukan untuk merawat tanaman jeruk adalah sering melakukan pemupukan. Gunakan pupuk NPK maksimal 25 gram per pot dicampur dengan 25 gram pupuk urea untuk pemupukan tanaman jeruk sebulan sekali untuk hasil terbaik. Anda dapat meningkatkan jumlah pupuk secara bertahap seiring bertambahnya usia tanaman jeruk.
Penyiraman
Karena tanaman jeruk sebenarnya tidak membutuhkan banyak air, penyiraman hanya boleh dilakukan setiap tiga hari sekali. Hindari penyiraman berlebihan karena akan merusak media tanam, mempercepat pembusukan akar pohon jeruk, dan menghambat pertumbuhan jeruk.
Penyinaran
Sinar matahari sangat bermanfaat bagi tanaman jeruk, oleh karena itu tabulampot jeruk ini harus ditempatkan di tempat yang akan menerima banyak sinar matahari. Tanaman jeruk harus memiliki akses ke sinar matahari langsung setidaknya selama lima jam setiap hari.
Pemangkasan
Pemangkasan merupakan praktik penting untuk mencegah akar tumbuh tanaman jeruk merusak media tanam dan menghambat pertumbuhannya secara keseluruhan. Secara alami, pemangkasan juga diperlukan untuk memperbaiki penampilan jeruk tabulampot. Kecambah yang muncul di batang bawah atau di ujung cabang bisa dipangkas. Ingatlah untuk meninggalkan setidaknya tiga sahabat.


