Budidaya Mangga Manalagi Sebagai Peluang Usaha Yang Menjanjikan
Mangga manalagi, siapasih yang tidak suka dengan buah satu ini? Buah ini sangat dikenal dan digemari oleh masyarakat Indonesia karena rasanya yang khas, serta sangat manis.
Selain rasanya yang lezat, ternyata manfaat mangga manalagi juga cukup banyak, sehingga untuk mendapatkan tubuh yang sehat tidak harus selalu lewat makanan yang pahit dan tidak enak.
Manalagi merupakan jenis mangga yang berasal dari wilayah Probolinggo, Jawa Timur. Mangga manalagi termasuk varietas yang memiliki produktivitas tinggi. Dalam 1 tangkai mampu menghasilkan hingga 10 buah mangga, jika terdapat banyak tangkai, semakin banyak pula buah yang dihasilkan. Sungguh luar biasa, bukan?
Nah, setelah melihat keunggulan dan banyaknya peminat, mangga ini cukup memiliki potensi yang bagus untuk dijadikan usaha. Budidaya mangga manalagi juga tidak sulit. Bagaimana? tertarik untuk membudidayakannya?
Untuk mempelajari cara budidaya mangga manalagi, dibawah akan kami berikan informasi mengenai hal tersebut, Yuk, simak sama - sama!
Syarat Tumbuh Mangga Manalagi
- Dataran dengan ketinggian 300 mdpl
- Curah hujan 750 - 2250 mm/tahun
- Suhu antara 24 - 27° Celcius
- Iklim masa kering 3 - 4 bulan
- Tanah gembur dengan kandungan lempung dan pasir yang seimbang
- Keasaman (pH) tanah antara 5 - 5,6
- Sistem drainase (pengairan) yang baik.
- Rata - rata kedalaman air tanah 50 - 150 cm
Pemilihan Bibit
Pilih bibit yang berasal dari perbanyakan vegetatif seperti okulasi, cangkok, stek, atau sambung pucuk.
Pastikan kondisi bibit dalam keadaan sehat, dan tidak terserang hama atau penyakit.
Secara fisik, batangnya kuat, tidak layu, serta daun yang segar dan rimbun. Tinggi bibit minimal 40 - 60 cm, karena bibit dengan ukuran tersebut biasanya sudah memiliki akar yang kuat.
Kamu bisa membeli bibit di toko tanaman terpercaya, atau dapat menghubungi nomor Whatsapp yang sudah tertera diatas untuk melakukan pemesanan bibit. Kami menyediakan bibit vegetatif berkualitas unggul dan berbuah lebih cepat.
Pengolahan Lahan Tanam
Bersihkan lahan tanam dari gulma, rumput liar, atau tanaman pengganggu lainnya, serta bebatuan yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman mangga.
Gemburkan tanah menggunakan traktor atau cangkul
Buat Lubang tanam dengan ukuran 1 x 1 m, jarak tanam antara lubang satu dengan lubang lainnya sekitar 6 - 8 m
Diamkan lubang tanam selama 1 minggu agar gas beracun yang ada dalam tanah menguap.
Buat media tanam dari Campuran tanah galian dan pupuk kandang kering dari kotoran kambing dengan perbandingan 1 : 1 kemudian masukan kedalam lubang tanam, dan diamkan selama 2 minggu sebelum dilakukan penanaman.
Penanaman
Sebaiknya proses penanaman dilakukan ketika musim kemarau, agar pertumbuhan tanaman menjadi lebih efektif.
Robek polybag bibit dengan hati - hati menggunakan gunting, usahakan media yang menempel pada bibit tidak pecah.
Buat lubang galian pada media tanam seukuran dengan media yang menempel pada bibit.
Masukan bibit kedalam lubang tanam, letakan dalam posisi tegak lurus/tidak miring, kemudian timbun dengan media tanam yang tersisa.
Sedikit padatkan area pangkal batang bibit agar tanaman tidak mudah roboh, dan siram dengan air secukupnya.
Tanaman mangga diberi naungan dengan posisi miring ke barat dan selanjutnya selang beberapa hari kurangi sedikit demi sedikit.
Perawatan Tanaman
- Penyiraman
Proses penyiraman cukup dilakukan 1 kali sehari atau minimal 3 hari sekali, hingga media basah.
- Pemupukan
Pemberian pupuk dapat dilakukan pada awal - awal pertumbuhan selama 1 bulan sekali menggunakan pupuk kandang yang sudah kering.
Setelah tanaman sudah berumur lebih dari satu tahun, pemberian pupuk kandang cukup dilakukan 1 kali dalam setahun sebanyak 30 kg, diberikan pada awal musim hujan.
Cara pemupukan bisa dilakukan dengan dibenamkan pada 4 (empat) lubang yang mengelilingi pohon. Lubang untuk pupuk cukup sebesar cangkulan, letaknya di bawah ujung tajuk pohon.
- Penyiangan
Lakukan penyiangan dengan mencabut gulma, rumput liar, hingga tanaman pengganggu lainnya yang tumbuh di area sekitar tanaman mangga, agar unsur hara yang terkandung dalam tanah tetap terjaga.
- Pemangkasan
Pemangkasan tanaman dibagi menjadi 3 tahapan, dan sebaiknya dilakukan pada saat musim hujan.
Pemangkasan Tahap 1
Tanaman sudah berumur 1 tahun, potong batang setinggi 50 - 60 cm dari permukaan tanah. Dari cabang yang tumbuh pelihara 3 cabang dengan arah menyebar ke segala arah, cabang lain di potong.
Pemangkasan Tahap 2
Pangkas pada ketiga cabang yang tumbuh setelah tanaman berumur 2 tahun, caranya menyisakan 1 - 2 ruas. Tunas yang tumbuh pada masing - masing cabang dipelihara 3 tunas, jika lebih dibuang. Tahapan pemangkasan ini akan diperoleh pohon dengan rumus cabang 1- - 3 - 9.
Pemangkasan Tahap 3
Pada umur 3 tahun, pangkas ke sembilan cabang seperti pemangkasan tahap 2, tapi tunas yang tumbuh dipelihara semua untuk produksi buah.
Panen
Panen dapat dilakukan sekitar 97 hari setelah bunga mekar.
Proses pemanenan mangga sebaiknya dilakukan pada jam 9 pagi hingga jam 4 sore.
Cara memanennya yakni petik buah mangga dengan menyisakan tangkai buah sekitar 0,5 - 1 cm. Usahakan buah tidak sampai jatuh ke tanah.
Itu tadi penjelasan mengenai cara budidaya mangga manalagi. Setelah mengetahui caranya, cukup mudah bukan? Jadi, apa masih ragu untuk membudidayakan buah mangga ini?
Semoga informasi diatas dapat bermanfaat untuk teman teman semua. Terimakasih sudah berkunjung
Selamat Menanam dan Semoga Berhasil!