Tips berkebun jualpohon.com Tips Menanam dan Merawat Tanaman Buah

CARA TABULAMPOT BUAH JERUK MANIS

Diperbarui · vio

 

Jeruk manis merupakan jenis jeruk yang paling banyak ditemukan di seluruh dunia. Tercatat, hampir 70% populasi jeruk di dunia adalah jeruk manis. Jeruk ini memang sangat menguntungkan untuk dibudidayakan secara tabulampot karena memiliki manfaat yang sangat melimpah, sehingga membuat jeruk ini menjadi buah-buahan yang paling diminati. Juga sekarang ini banyak minuman atau makanan yang diambil dari ekstrak jeruk.

Tentu saja sesuai judulnya, kali ini kita akan membahas secara lengkap Cara Tabulampot Buah Jeruk Manis yang baik dan benar. Tahapan tersebut dibagi menjadi 3 tahap, yaitu persiapan, penanaman, dan perawatan. Kita simak yuk dibawah.

Tahap Persiapan

  • Pemilihan bibit jeruk dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu secara generatif maupun secara vegetatif. Bibit yang menggunakan cara generatif dapat diperbanyak dengan biji, sedangkan bibit dengan cara vegetatif dapat diperbanyak dengan metode cangkok atau okulasi.
  • emilihan bibit jeruk dengan budidaya tabulampot akan lebih bagus jika didapatkan dengan metode pencangkokan atau okulasi dibandingkan dengan menggunakan biji. Hal tersebut dikarenakan dengan menggunakan metode cangkok atau okulasi, tanaman jeruk akan semakin cepat berbuah.
  • Sama seperti tanaman-tanaman buah pada umumnya, jeruk juga merupakan tanaman yang menyukai tanah yang subur dan kaya akan unsur hara. Oleh karena itu, direkomendasikan menggunakan tanah kebun dan jangan lupa campurkan dengan pupuk kandang atau pupuk NPK, yaitu pupuk buatan yang mengandung nitrogen, fosfor, dan kalium. Selain pupuk, bahan lain yang juga bermanfaat untuk Anda campurkan ke media tanam adalah sekam arang atau sekam padi karena sekam ini akan membantu proses pertumbuhan tanaman seperti layaknya pupuk kandang pada umumnya. Campurkan tanah subur, pupuk kandang, dan sekam secara sekaligus dengan rasio 1:1:1.
  • Pemilihan pot tentu saja harus disesuaikan dengan tinggi tanaman jeruk yang akan Anda tanam. Biasanya untuk menanam bibit jeruk yang berusia antara 1 hingga 2 tahun, Anda setidaknya harus mempunyai pot yang terbuat dari semen dengan diameter 40 cm atau pot dari plastik yang berdiameter 50 cm dengan tinggi sekitar 60 cm. Nah, jika memilih pot dari plastik, pilihlah pot yang tidak mudah pecah dan memiliki lubang pada bagian dasarnya untuk memperlancar sirkulasi pembuangan air dan mencegah pembusukan akar jeruk.
Tahap Penanaman
  • Pertama, isi dasar pot dengan tumpukan batu atau bisa juga dengan pecahan genting rumah setinggi kira-kira 5 cm. Hal ini dimaksudkan agar nantinya sistem pengeluaran udara dan air di dalam pot dapat tersirkulasi dengan lancar.
  • Kemudian, Anda dapat memasukkan media tanam yang berupa tanah subur, pupuk kandang atau pupuk NPK, dan sekam dengan rasio 1:1:1 hingga sepertiga pot terisi.
  • Setelah itu, buka bibit jeruk dari polibag. Jika jeruk memiliki akar tunggang yang terlalu panjang, pangkas sebagian panjang akar tersebut agar tidak menghambat pertumbuhan tanaman dan kemudian letakkan jeruk di tengah-tengah pot.
  • Kemudian lanjutkan untuk memasukkan media tanam hingga seluruh pot terisi penuh.

Tahap Perawatan

  • Merawat tanaman jeruk dengan memberikan pupuk secara berkala merupakan salah satu hal yang harus dilakukan. Ada baiknya melakukan pemupukan tanaman jeruk setiap 1 bulan sekali dengan menggunakan pupuk NPK sebanyak 25 gram per pot yang dicampur dengan 25 gram pupuk urea. Seiring bertambahnya umur tanaman jeruk, dosis pemupukan bisa ditambah sedikit demi sedikit.
  • Pada dasarnya, tanaman jeruk tidak terlalu membutuhkan banyak air sehingga untuk proses penyiraman dapat dilakukan sebanyak sekali saja dalam kurun waktu 3 hari. Hindari proses penyiraman yang berlebihan karena hal tersebut akan membuat akar tanaman jeruk menjadi cepat membusuk dan akan merusak media tanam serta menghambat pertumbuhan jeruk.
  • Tanaman jeruk sangat senang dengan sinar matahari, sehingga sebaiknya tabulampot jeruk ini ditempatkan di area yang terkena sinar matahari secara langsung. Idealnya, tanaman jeruk membutuhkan terpaan sinar matahari langsung setidaknya sekitar 5 jam per harinya.
  • Pemangkasan merupakan suatu proses yang diperlukan agar akar-akar tanaman jeruk yang tumbuh tidak akan merusak media tanam dan menghambat proses pertumbuhan tanaman jeruk secara keseluruhan. Selain itu, pemangkasan tentu saja diperlukan untuk mempercantik tampilan tabulampot jeruk. Anda dapat melakukan pemangkasan pada tunas yang tumbuh pada bagian batang bawah atau pada tunas yang tumbuh pada bagian ujung cabang. Jangan lupa untuk menyisakan setidaknya 3 tunas terbaik.
  • Ketika tabulampot jeruk sudah memasuki usia 1 atau 2 tahun, maka seharusnya buah jeruk sudah berbuah. Nah, jika Anda merasa sudah melakukan perawatan seperti diatas namun jeruk belum juga berbuah, maka lakukan metode stress air. Cara kerja metode ini adalah dengan membiarkan tanaman jeruk tidak disiram selama 4-5 hari lamanya hingga daunnya menjadi layu. Setelah 4-5 hari dan daunnya sudah layu, maka segera lakukan penyiraman dengan menambahkan pupuk NPK sebanyak 40 gram plus urea 25 gram. Metode ini perlu dilakukan karena ketika daun jeruk menjadi layu, maka tunas dan bunga akan lebih cepat tumbuh saat dilakukan penyiraman.
  • Seperti tanaman pada umumnya, pastilah akan ada hama yang akan mengganggu pertumbuhan tanaman jeruk. Nah, jenis hama yang sering hinggap adalah kutu daun dan ulat. Oleh karena itu, perlu dilakukan penyemprotan insektisida yang memiliki kandungan Alfametrin dengan takaran 1 ml per liter air. Lakukan penyemprotan insektisida sekali saja dalam 3 hari secara rutin. Alternatif lain jika kutu daun telah menyerang bagian daun jeruk adalah dengan segera memangkas daun tersebut, lalu membakarnya dengan segera.

Nah, itulah tadi informasi lengkap mengenai Cara Tabulampot Buah Jeruk Manis yang baik dan benar, memang ada banyak step yang harus dilakukan agar tanaman jeruk dapat berkembang dengan baik dan berbuah dengan cepat. Namun cara ini merupakan cara yang paling sederhana dan banyak berhasilnya. Oleh karena itu, segera mulai proses budidaya tabulampot jeruk sekarang juga dan buktikan sendiri.

Selamat berbudidaya!

Cara Menanam Buah Pepino

Buah Pepino ini kebanyakan ditanam di dataran tinggi, meskipun juga dapat ditanam didataran rendah. Tanaman pepino tidak tinggi sehingga dapat ditanam di dalam pot, namun tanaman pepino tidak berumur panjang yaitu hanya sekitar 1 (satu) tahun. Pembibitan Buah Pepino Pembibitan tanaman buah pepino dilaksanakan dengan metode vegetatif. metode vegetatif dilaksanakan pasal kemampuan germinasi biji buah pepino amat buruk, sehingga seringkali tak dapat tumbuh dengan baik atau bahkan gagal tumbuh setara sekali. Dengan metode vegetative tunas-tunas yang sudah adanya calon akarnya dipisah didalam polybag serta diperlakukan secara khusus. Setelah disemai, tunas tersebut akan tumbuh dalam waktu 2 hingga 3 minggu. Perawatan Perawatan tanaman buah pepino cenderung mudah karena tidak terlalu banyak memerlukan air. Setelah tanaman berumur 1 bulan, tanaman akan mulai berbunga. Pengendalian Hama serta Penyakit Musuh utama tanaman buah pepino adalah belalang pemakan daun serta ulat. metode pengendaliann...

Cara Merawat Tabulampot Jeruk Santang Madu Agar Cepat Berbuah

Jeruk Santang Madu merupakan varietas jeruk unggulan yang terkenal karena kelezatan buahnya. Sesuai dengan namannya, jeruk santang madu memiliki citarasa semanis madu. Buah Jeruk santang madu bulat sedikit gepeng, daging buahnya juicy dengan kandungan air yang melimpah, rasanya manis dan beraroma harum, serta memiliki biji yang sedikit bahkan terkadang hampir tidak ada. Selain itu, pohon jeruk santang madu memiliki  tampilan yang eksotis dan  ukuran yang tidak terlalu besar . Sehingga mudah ditanam dimana saja bahkan ditempat terbatas seperti dalam pot sekalipun. Agar pertumbuhan tanaman jeruk santang dapat optimal, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah Cara Menanam Bibit Tanaman Jeruk Santang Madu , setelah itu tentu perlu adanya perawatan yang baik dan benar. Cara merawat tanaman jeruk santang madu juga tergolong cukup mudah, dan tentunya akan menjadi hal yang menyenangkan untuk mengisi waktu luang anda. Untuk mempelajari hal tersebut, yuk langsung ikuti langkah - langk...

Cara Menanam Buah Duku Agar Lebih Cepat Berbuah

Duku merupakan tanaman yang tergolong lama berbuah. Tanaman yang dikembangkan dari biji biasanya baru berbuah saat usia 8 hingga 10 tahun. Supaya cepat berbuah, belakangan banyak petani melakukan perbanyakan bibit secara vegetatif dengan teknik okulasi, cangkok, dan sambung pucuk. Syarat Tumbuh Tanaman Duku Dapat tumbuh di daerah dengan kecepatan angin yang rendah. Curah hujan yang tinggi antara 1500 – 2500 mm/tahun. Suhu udara yang baik untuk tanaman duku adalah 19 ° – 24 °  Celcius. Tanaman Duku cocok ditanam pada ketinggian tempat tidak kurang dari 650 mdpl. Tanaman duku lebih senang tumbuh terlindungi, jadi jangan heran jika melihat beberapa tanaman duku yang ditanam di pekarangan rumah tumbuh bersama tanaman lainnya. Duku sangat toleran sekali terhadap kadar garam tinggi, asalkan kandungan pada tanah mengandung banyak bahan organik, dan sangat toleran terhadap kondisi kering. Pemilihan Bibit Memiliih Bibit unggul sebaiknya pilih bibit dari  perbanyakan secara vegetatif de...

CARA TABULAMPOT BUAH JERUK MANIS

· Tips

 

Jeruk manis merupakan jenis jeruk yang paling banyak ditemukan di seluruh dunia. Tercatat, hampir 70% populasi jeruk di dunia adalah jeruk manis. Jeruk ini memang sangat menguntungkan untuk dibudidayakan secara tabulampot karena memiliki manfaat yang sangat melimpah, sehingga membuat jeruk ini menjadi buah-buahan yang paling diminati. Juga sekarang ini banyak minuman atau makanan yang diambil dari ekstrak jeruk.

Tentu saja sesuai judulnya, kali ini kita akan membahas secara lengkap Cara Tabulampot Buah Jeruk Manis yang baik dan benar. Tahapan tersebut dibagi menjadi 3 tahap, yaitu persiapan, penanaman, dan perawatan. Kita simak yuk dibawah.

Tahap Persiapan

  • Pemilihan bibit jeruk dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu secara generatif maupun secara vegetatif. Bibit yang menggunakan cara generatif dapat diperbanyak dengan biji, sedangkan bibit dengan cara vegetatif dapat diperbanyak dengan metode cangkok atau okulasi.
  • emilihan bibit jeruk dengan budidaya tabulampot akan lebih bagus jika didapatkan dengan metode pencangkokan atau okulasi dibandingkan dengan menggunakan biji. Hal tersebut dikarenakan dengan menggunakan metode cangkok atau okulasi, tanaman jeruk akan semakin cepat berbuah.
  • Sama seperti tanaman-tanaman buah pada umumnya, jeruk juga merupakan tanaman yang menyukai tanah yang subur dan kaya akan unsur hara. Oleh karena itu, direkomendasikan menggunakan tanah kebun dan jangan lupa campurkan dengan pupuk kandang atau pupuk NPK, yaitu pupuk buatan yang mengandung nitrogen, fosfor, dan kalium. Selain pupuk, bahan lain yang juga bermanfaat untuk Anda campurkan ke media tanam adalah sekam arang atau sekam padi karena sekam ini akan membantu proses pertumbuhan tanaman seperti layaknya pupuk kandang pada umumnya. Campurkan tanah subur, pupuk kandang, dan sekam secara sekaligus dengan rasio 1:1:1.
  • Pemilihan pot tentu saja harus disesuaikan dengan tinggi tanaman jeruk yang akan Anda tanam. Biasanya untuk menanam bibit jeruk yang berusia antara 1 hingga 2 tahun, Anda setidaknya harus mempunyai pot yang terbuat dari semen dengan diameter 40 cm atau pot dari plastik yang berdiameter 50 cm dengan tinggi sekitar 60 cm. Nah, jika memilih pot dari plastik, pilihlah pot yang tidak mudah pecah dan memiliki lubang pada bagian dasarnya untuk memperlancar sirkulasi pembuangan air dan mencegah pembusukan akar jeruk.
Tahap Penanaman
  • Pertama, isi dasar pot dengan tumpukan batu atau bisa juga dengan pecahan genting rumah setinggi kira-kira 5 cm. Hal ini dimaksudkan agar nantinya sistem pengeluaran udara dan air di dalam pot dapat tersirkulasi dengan lancar.
  • Kemudian, Anda dapat memasukkan media tanam yang berupa tanah subur, pupuk kandang atau pupuk NPK, dan sekam dengan rasio 1:1:1 hingga sepertiga pot terisi.
  • Setelah itu, buka bibit jeruk dari polibag. Jika jeruk memiliki akar tunggang yang terlalu panjang, pangkas sebagian panjang akar tersebut agar tidak menghambat pertumbuhan tanaman dan kemudian letakkan jeruk di tengah-tengah pot.
  • Kemudian lanjutkan untuk memasukkan media tanam hingga seluruh pot terisi penuh.

Tahap Perawatan

  • Merawat tanaman jeruk dengan memberikan pupuk secara berkala merupakan salah satu hal yang harus dilakukan. Ada baiknya melakukan pemupukan tanaman jeruk setiap 1 bulan sekali dengan menggunakan pupuk NPK sebanyak 25 gram per pot yang dicampur dengan 25 gram pupuk urea. Seiring bertambahnya umur tanaman jeruk, dosis pemupukan bisa ditambah sedikit demi sedikit.
  • Pada dasarnya, tanaman jeruk tidak terlalu membutuhkan banyak air sehingga untuk proses penyiraman dapat dilakukan sebanyak sekali saja dalam kurun waktu 3 hari. Hindari proses penyiraman yang berlebihan karena hal tersebut akan membuat akar tanaman jeruk menjadi cepat membusuk dan akan merusak media tanam serta menghambat pertumbuhan jeruk.
  • Tanaman jeruk sangat senang dengan sinar matahari, sehingga sebaiknya tabulampot jeruk ini ditempatkan di area yang terkena sinar matahari secara langsung. Idealnya, tanaman jeruk membutuhkan terpaan sinar matahari langsung setidaknya sekitar 5 jam per harinya.
  • Pemangkasan merupakan suatu proses yang diperlukan agar akar-akar tanaman jeruk yang tumbuh tidak akan merusak media tanam dan menghambat proses pertumbuhan tanaman jeruk secara keseluruhan. Selain itu, pemangkasan tentu saja diperlukan untuk mempercantik tampilan tabulampot jeruk. Anda dapat melakukan pemangkasan pada tunas yang tumbuh pada bagian batang bawah atau pada tunas yang tumbuh pada bagian ujung cabang. Jangan lupa untuk menyisakan setidaknya 3 tunas terbaik.
  • Ketika tabulampot jeruk sudah memasuki usia 1 atau 2 tahun, maka seharusnya buah jeruk sudah berbuah. Nah, jika Anda merasa sudah melakukan perawatan seperti diatas namun jeruk belum juga berbuah, maka lakukan metode stress air. Cara kerja metode ini adalah dengan membiarkan tanaman jeruk tidak disiram selama 4-5 hari lamanya hingga daunnya menjadi layu. Setelah 4-5 hari dan daunnya sudah layu, maka segera lakukan penyiraman dengan menambahkan pupuk NPK sebanyak 40 gram plus urea 25 gram. Metode ini perlu dilakukan karena ketika daun jeruk menjadi layu, maka tunas dan bunga akan lebih cepat tumbuh saat dilakukan penyiraman.
  • Seperti tanaman pada umumnya, pastilah akan ada hama yang akan mengganggu pertumbuhan tanaman jeruk. Nah, jenis hama yang sering hinggap adalah kutu daun dan ulat. Oleh karena itu, perlu dilakukan penyemprotan insektisida yang memiliki kandungan Alfametrin dengan takaran 1 ml per liter air. Lakukan penyemprotan insektisida sekali saja dalam 3 hari secara rutin. Alternatif lain jika kutu daun telah menyerang bagian daun jeruk adalah dengan segera memangkas daun tersebut, lalu membakarnya dengan segera.

Nah, itulah tadi informasi lengkap mengenai Cara Tabulampot Buah Jeruk Manis yang baik dan benar, memang ada banyak step yang harus dilakukan agar tanaman jeruk dapat berkembang dengan baik dan berbuah dengan cepat. Namun cara ini merupakan cara yang paling sederhana dan banyak berhasilnya. Oleh karena itu, segera mulai proses budidaya tabulampot jeruk sekarang juga dan buktikan sendiri.

Selamat berbudidaya!

Topik: Tips
Butuh bibit atau pohon besarnya?

CV. Agro Joglo Bersama (Kediri) menyediakan bibit unggul dan pohon siap tanam, kirim ke seluruh Indonesia. Tanya stok, ukuran, dan ongkos kirim langsung lewat WhatsApp.

Cari Blog Ini

CARA TABULAMPOT BUAH JERUK MANIS

Oleh vio · · Tips

 

Jeruk manis merupakan jenis jeruk yang paling banyak ditemukan di seluruh dunia. Tercatat, hampir 70% populasi jeruk di dunia adalah jeruk manis. Jeruk ini memang sangat menguntungkan untuk dibudidayakan secara tabulampot karena memiliki manfaat yang sangat melimpah, sehingga membuat jeruk ini menjadi buah-buahan yang paling diminati. Juga sekarang ini banyak minuman atau makanan yang diambil dari ekstrak jeruk.

Tentu saja sesuai judulnya, kali ini kita akan membahas secara lengkap Cara Tabulampot Buah Jeruk Manis yang baik dan benar. Tahapan tersebut dibagi menjadi 3 tahap, yaitu persiapan, penanaman, dan perawatan. Kita simak yuk dibawah.

Tahap Persiapan

  • Pemilihan bibit jeruk dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu secara generatif maupun secara vegetatif. Bibit yang menggunakan cara generatif dapat diperbanyak dengan biji, sedangkan bibit dengan cara vegetatif dapat diperbanyak dengan metode cangkok atau okulasi.
  • emilihan bibit jeruk dengan budidaya tabulampot akan lebih bagus jika didapatkan dengan metode pencangkokan atau okulasi dibandingkan dengan menggunakan biji. Hal tersebut dikarenakan dengan menggunakan metode cangkok atau okulasi, tanaman jeruk akan semakin cepat berbuah.
  • Sama seperti tanaman-tanaman buah pada umumnya, jeruk juga merupakan tanaman yang menyukai tanah yang subur dan kaya akan unsur hara. Oleh karena itu, direkomendasikan menggunakan tanah kebun dan jangan lupa campurkan dengan pupuk kandang atau pupuk NPK, yaitu pupuk buatan yang mengandung nitrogen, fosfor, dan kalium. Selain pupuk, bahan lain yang juga bermanfaat untuk Anda campurkan ke media tanam adalah sekam arang atau sekam padi karena sekam ini akan membantu proses pertumbuhan tanaman seperti layaknya pupuk kandang pada umumnya. Campurkan tanah subur, pupuk kandang, dan sekam secara sekaligus dengan rasio 1:1:1.
  • Pemilihan pot tentu saja harus disesuaikan dengan tinggi tanaman jeruk yang akan Anda tanam. Biasanya untuk menanam bibit jeruk yang berusia antara 1 hingga 2 tahun, Anda setidaknya harus mempunyai pot yang terbuat dari semen dengan diameter 40 cm atau pot dari plastik yang berdiameter 50 cm dengan tinggi sekitar 60 cm. Nah, jika memilih pot dari plastik, pilihlah pot yang tidak mudah pecah dan memiliki lubang pada bagian dasarnya untuk memperlancar sirkulasi pembuangan air dan mencegah pembusukan akar jeruk.
Tahap Penanaman
  • Pertama, isi dasar pot dengan tumpukan batu atau bisa juga dengan pecahan genting rumah setinggi kira-kira 5 cm. Hal ini dimaksudkan agar nantinya sistem pengeluaran udara dan air di dalam pot dapat tersirkulasi dengan lancar.
  • Kemudian, Anda dapat memasukkan media tanam yang berupa tanah subur, pupuk kandang atau pupuk NPK, dan sekam dengan rasio 1:1:1 hingga sepertiga pot terisi.
  • Setelah itu, buka bibit jeruk dari polibag. Jika jeruk memiliki akar tunggang yang terlalu panjang, pangkas sebagian panjang akar tersebut agar tidak menghambat pertumbuhan tanaman dan kemudian letakkan jeruk di tengah-tengah pot.
  • Kemudian lanjutkan untuk memasukkan media tanam hingga seluruh pot terisi penuh.

Tahap Perawatan

  • Merawat tanaman jeruk dengan memberikan pupuk secara berkala merupakan salah satu hal yang harus dilakukan. Ada baiknya melakukan pemupukan tanaman jeruk setiap 1 bulan sekali dengan menggunakan pupuk NPK sebanyak 25 gram per pot yang dicampur dengan 25 gram pupuk urea. Seiring bertambahnya umur tanaman jeruk, dosis pemupukan bisa ditambah sedikit demi sedikit.
  • Pada dasarnya, tanaman jeruk tidak terlalu membutuhkan banyak air sehingga untuk proses penyiraman dapat dilakukan sebanyak sekali saja dalam kurun waktu 3 hari. Hindari proses penyiraman yang berlebihan karena hal tersebut akan membuat akar tanaman jeruk menjadi cepat membusuk dan akan merusak media tanam serta menghambat pertumbuhan jeruk.
  • Tanaman jeruk sangat senang dengan sinar matahari, sehingga sebaiknya tabulampot jeruk ini ditempatkan di area yang terkena sinar matahari secara langsung. Idealnya, tanaman jeruk membutuhkan terpaan sinar matahari langsung setidaknya sekitar 5 jam per harinya.
  • Pemangkasan merupakan suatu proses yang diperlukan agar akar-akar tanaman jeruk yang tumbuh tidak akan merusak media tanam dan menghambat proses pertumbuhan tanaman jeruk secara keseluruhan. Selain itu, pemangkasan tentu saja diperlukan untuk mempercantik tampilan tabulampot jeruk. Anda dapat melakukan pemangkasan pada tunas yang tumbuh pada bagian batang bawah atau pada tunas yang tumbuh pada bagian ujung cabang. Jangan lupa untuk menyisakan setidaknya 3 tunas terbaik.
  • Ketika tabulampot jeruk sudah memasuki usia 1 atau 2 tahun, maka seharusnya buah jeruk sudah berbuah. Nah, jika Anda merasa sudah melakukan perawatan seperti diatas namun jeruk belum juga berbuah, maka lakukan metode stress air. Cara kerja metode ini adalah dengan membiarkan tanaman jeruk tidak disiram selama 4-5 hari lamanya hingga daunnya menjadi layu. Setelah 4-5 hari dan daunnya sudah layu, maka segera lakukan penyiraman dengan menambahkan pupuk NPK sebanyak 40 gram plus urea 25 gram. Metode ini perlu dilakukan karena ketika daun jeruk menjadi layu, maka tunas dan bunga akan lebih cepat tumbuh saat dilakukan penyiraman.
  • Seperti tanaman pada umumnya, pastilah akan ada hama yang akan mengganggu pertumbuhan tanaman jeruk. Nah, jenis hama yang sering hinggap adalah kutu daun dan ulat. Oleh karena itu, perlu dilakukan penyemprotan insektisida yang memiliki kandungan Alfametrin dengan takaran 1 ml per liter air. Lakukan penyemprotan insektisida sekali saja dalam 3 hari secara rutin. Alternatif lain jika kutu daun telah menyerang bagian daun jeruk adalah dengan segera memangkas daun tersebut, lalu membakarnya dengan segera.

Nah, itulah tadi informasi lengkap mengenai Cara Tabulampot Buah Jeruk Manis yang baik dan benar, memang ada banyak step yang harus dilakukan agar tanaman jeruk dapat berkembang dengan baik dan berbuah dengan cepat. Namun cara ini merupakan cara yang paling sederhana dan banyak berhasilnya. Oleh karena itu, segera mulai proses budidaya tabulampot jeruk sekarang juga dan buktikan sendiri.

Selamat berbudidaya!

Topik: Tips
Butuh bibit atau pohon besarnya?

CV. Agro Joglo Bersama (Kediri) menyediakan bibit unggul dan pohon siap tanam, kirim ke seluruh Indonesia. Tanya stok, ukuran, dan ongkos kirim langsung lewat WhatsApp.

CARA TABULAMPOT BUAH JERUK MANIS

Oleh vio · · Tips

 

Jeruk manis merupakan jenis jeruk yang paling banyak ditemukan di seluruh dunia. Tercatat, hampir 70% populasi jeruk di dunia adalah jeruk manis. Jeruk ini memang sangat menguntungkan untuk dibudidayakan secara tabulampot karena memiliki manfaat yang sangat melimpah, sehingga membuat jeruk ini menjadi buah-buahan yang paling diminati. Juga sekarang ini banyak minuman atau makanan yang diambil dari ekstrak jeruk.

Tentu saja sesuai judulnya, kali ini kita akan membahas secara lengkap Cara Tabulampot Buah Jeruk Manis yang baik dan benar. Tahapan tersebut dibagi menjadi 3 tahap, yaitu persiapan, penanaman, dan perawatan. Kita simak yuk dibawah.

Tahap Persiapan

  • Pemilihan bibit jeruk dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu secara generatif maupun secara vegetatif. Bibit yang menggunakan cara generatif dapat diperbanyak dengan biji, sedangkan bibit dengan cara vegetatif dapat diperbanyak dengan metode cangkok atau okulasi.
  • emilihan bibit jeruk dengan budidaya tabulampot akan lebih bagus jika didapatkan dengan metode pencangkokan atau okulasi dibandingkan dengan menggunakan biji. Hal tersebut dikarenakan dengan menggunakan metode cangkok atau okulasi, tanaman jeruk akan semakin cepat berbuah.
  • Sama seperti tanaman-tanaman buah pada umumnya, jeruk juga merupakan tanaman yang menyukai tanah yang subur dan kaya akan unsur hara. Oleh karena itu, direkomendasikan menggunakan tanah kebun dan jangan lupa campurkan dengan pupuk kandang atau pupuk NPK, yaitu pupuk buatan yang mengandung nitrogen, fosfor, dan kalium. Selain pupuk, bahan lain yang juga bermanfaat untuk Anda campurkan ke media tanam adalah sekam arang atau sekam padi karena sekam ini akan membantu proses pertumbuhan tanaman seperti layaknya pupuk kandang pada umumnya. Campurkan tanah subur, pupuk kandang, dan sekam secara sekaligus dengan rasio 1:1:1.
  • Pemilihan pot tentu saja harus disesuaikan dengan tinggi tanaman jeruk yang akan Anda tanam. Biasanya untuk menanam bibit jeruk yang berusia antara 1 hingga 2 tahun, Anda setidaknya harus mempunyai pot yang terbuat dari semen dengan diameter 40 cm atau pot dari plastik yang berdiameter 50 cm dengan tinggi sekitar 60 cm. Nah, jika memilih pot dari plastik, pilihlah pot yang tidak mudah pecah dan memiliki lubang pada bagian dasarnya untuk memperlancar sirkulasi pembuangan air dan mencegah pembusukan akar jeruk.
Tahap Penanaman
  • Pertama, isi dasar pot dengan tumpukan batu atau bisa juga dengan pecahan genting rumah setinggi kira-kira 5 cm. Hal ini dimaksudkan agar nantinya sistem pengeluaran udara dan air di dalam pot dapat tersirkulasi dengan lancar.
  • Kemudian, Anda dapat memasukkan media tanam yang berupa tanah subur, pupuk kandang atau pupuk NPK, dan sekam dengan rasio 1:1:1 hingga sepertiga pot terisi.
  • Setelah itu, buka bibit jeruk dari polibag. Jika jeruk memiliki akar tunggang yang terlalu panjang, pangkas sebagian panjang akar tersebut agar tidak menghambat pertumbuhan tanaman dan kemudian letakkan jeruk di tengah-tengah pot.
  • Kemudian lanjutkan untuk memasukkan media tanam hingga seluruh pot terisi penuh.

Tahap Perawatan

  • Merawat tanaman jeruk dengan memberikan pupuk secara berkala merupakan salah satu hal yang harus dilakukan. Ada baiknya melakukan pemupukan tanaman jeruk setiap 1 bulan sekali dengan menggunakan pupuk NPK sebanyak 25 gram per pot yang dicampur dengan 25 gram pupuk urea. Seiring bertambahnya umur tanaman jeruk, dosis pemupukan bisa ditambah sedikit demi sedikit.
  • Pada dasarnya, tanaman jeruk tidak terlalu membutuhkan banyak air sehingga untuk proses penyiraman dapat dilakukan sebanyak sekali saja dalam kurun waktu 3 hari. Hindari proses penyiraman yang berlebihan karena hal tersebut akan membuat akar tanaman jeruk menjadi cepat membusuk dan akan merusak media tanam serta menghambat pertumbuhan jeruk.
  • Tanaman jeruk sangat senang dengan sinar matahari, sehingga sebaiknya tabulampot jeruk ini ditempatkan di area yang terkena sinar matahari secara langsung. Idealnya, tanaman jeruk membutuhkan terpaan sinar matahari langsung setidaknya sekitar 5 jam per harinya.
  • Pemangkasan merupakan suatu proses yang diperlukan agar akar-akar tanaman jeruk yang tumbuh tidak akan merusak media tanam dan menghambat proses pertumbuhan tanaman jeruk secara keseluruhan. Selain itu, pemangkasan tentu saja diperlukan untuk mempercantik tampilan tabulampot jeruk. Anda dapat melakukan pemangkasan pada tunas yang tumbuh pada bagian batang bawah atau pada tunas yang tumbuh pada bagian ujung cabang. Jangan lupa untuk menyisakan setidaknya 3 tunas terbaik.
  • Ketika tabulampot jeruk sudah memasuki usia 1 atau 2 tahun, maka seharusnya buah jeruk sudah berbuah. Nah, jika Anda merasa sudah melakukan perawatan seperti diatas namun jeruk belum juga berbuah, maka lakukan metode stress air. Cara kerja metode ini adalah dengan membiarkan tanaman jeruk tidak disiram selama 4-5 hari lamanya hingga daunnya menjadi layu. Setelah 4-5 hari dan daunnya sudah layu, maka segera lakukan penyiraman dengan menambahkan pupuk NPK sebanyak 40 gram plus urea 25 gram. Metode ini perlu dilakukan karena ketika daun jeruk menjadi layu, maka tunas dan bunga akan lebih cepat tumbuh saat dilakukan penyiraman.
  • Seperti tanaman pada umumnya, pastilah akan ada hama yang akan mengganggu pertumbuhan tanaman jeruk. Nah, jenis hama yang sering hinggap adalah kutu daun dan ulat. Oleh karena itu, perlu dilakukan penyemprotan insektisida yang memiliki kandungan Alfametrin dengan takaran 1 ml per liter air. Lakukan penyemprotan insektisida sekali saja dalam 3 hari secara rutin. Alternatif lain jika kutu daun telah menyerang bagian daun jeruk adalah dengan segera memangkas daun tersebut, lalu membakarnya dengan segera.

Nah, itulah tadi informasi lengkap mengenai Cara Tabulampot Buah Jeruk Manis yang baik dan benar, memang ada banyak step yang harus dilakukan agar tanaman jeruk dapat berkembang dengan baik dan berbuah dengan cepat. Namun cara ini merupakan cara yang paling sederhana dan banyak berhasilnya. Oleh karena itu, segera mulai proses budidaya tabulampot jeruk sekarang juga dan buktikan sendiri.

Selamat berbudidaya!

Topik: Tips
Butuh bibit atau pohon besarnya?

CV. Agro Joglo Bersama (Kediri) menyediakan bibit unggul dan pohon siap tanam, kirim ke seluruh Indonesia. Tanya stok, ukuran, dan ongkos kirim langsung lewat WhatsApp.

Tanya stok bibit